Riview : The European Community : From 1945 to 1985

Assalamuallaikum Wr. Wb.

This day as a first group will post our review task, that is : The European Community : From 1945 to 1985 (Komunitas Eropa : 1945 - 1985) from European Union Politic book by Michelle Cini (Oxford University)





Pengantar 
Uni Eropa awalnya merupakan sebuah Komunitas Batu Bara dan Baja atau European Coal and Steel Community (ECSC). Proses perdamaian pasca PD I dengan proses penindasan dalam menentukan nasib nasionalis sehingga persoalan politik menjadi kompleks. Setelah 1918, harapan yang digantungkan kepada LBB sebagai badan perdamaian dunia tidak dapat diindahkan. Diluar ranah politik, banyak juga lembaga yang mengembangkan kerjasama integrasi, namun belum mencapai hasil yg positif. Penurunan ekonomi dan krisis tahun 1930 serta kebangkitan fasisme membuat benyak negara mulai memperhatikan pertahanan dan kemanannya sendiri. Berakhirnya PD I terjadinya pembatasan mengenai tidak adanya perubahan radikal ke dunia negara-negara Eropa. Sehingga, integrasi Eropa dimulai pada tahun 1945.

Langkah Pembuka
Pemerintah Eropa lebih fokus pada rekonstruksi ekonomi nasional, namun suara federalisme didengar lebih luas daripada masa perang, sehingga memungkinkan adanya persatuan untuk bertahan hidup dalam agenda politik Eropa. Dalam proses integrasi Eropa pasti tidak lepas dari perdebatan. Tingkat kemajuan integrasi tidak konsisten dan segala argumen untuk kemajuan harus bersaing dengan kekuatan yang berlawanan. Terutama tentang persatuan prinsip Eropa, tetapi ada konsensus lain seperti Robert Schuman dengan rencananya tentang batu bara dan baja. Faktanya teori integrasi sangat kompleks, ada ambisi dan strategi yang bersaing. Namun Robert Schuman dan Jean Monnet mengemasnya dalam proses yang lebih hati-hati dan pragmatis walaupun lambat. Pengaruh fedaralis telah diubah menjadi proposal integrasi yang tidak mengancam. Dengan itu proses integrasi dapat berkembang walaupun kompleks dengan tekanan sentripetal dan sentrifugal, prinsip gagasan dan skeptisisme politik riil. Dan menjadi kompleks dan dalam politik dan ekonomi internasional dan mempengaruhi tingkat antusiasme, komitmen, dan kecepatan integrasi baik secara positif atau negatif.
Pembagian Eropa Timur dan Barat setelah 1945 dan adanya perang dingin, memicu ketakutan kelemahan pertahanan bagi Eropa Barat. Dan melibatkan AS di akhir 1940-an yang berakibat bipolaritas seingga Eropa memposisikan dirinya sebagai entisitas memiliki kepentingan bersama dengan bekerja sama dengan AS dalam sektor ekonomi. Pada 1948, berlangsungnya perang dingin dan kekhawatiran muncul di Eropa Tengah dan Timur. Sehingga membentuk NATO pada 1949 sebagai program bantuan dari AS yang tertuang dalam Doktrin Truman 1947 untuk melindungi kemanan bagi kawasan Eropa.
Kongres Eropa di Den Haag, Belanda 1948 yang menampung 700 delegasi dari 16 negara belum mencapai hasil praktis apapun. Namun, muncul pembahasan HAM, pasar bersama, dan kesatuan moneter yang memperkuat integrasi dalam agenda. Sehingga memuncak pada diskusi pada Mei 1949 dalam membentuk 10 Negara Dewan Antar Pemerintah. Perkembangan politik sejajar dengan kegiatan ekonomi dalam pengenalan Program Pemulihan Eropa atau Marshall Plan yang merupakan bantuan dari AS.

Ide Komunitas
Pada saat itu Robert Schuman mengusulkan penanaman sumber daya batu bara dan baja. Drafter Schuman adalah Jean  Monnet mendirikan komunitas supermasi baja nasional (ECSC) pada 1945 yang menegaskan bahwa pembangunan ekonomi dan melibatkan pemisah sehingga tigkat kedaulatan Eropa dapat dicapai dengan otoritas supransional (Diebold 1959).
Untuk menuju integrasi politik, harus menempuh perjalanan panjang integrasi ekonomi terlebih dahulu. Monnet menegaskan bahwa perdamaian dan kestabilan kawasan Eropa dapat dicapai jika kedua negara yang bersaing yaiutu Jerman dan Perancis yang dapat berdamai. Selain itu, Schuman juga membujuk reka-rekan pemerintahannya di Perancis untuk ikut tentang kebijakan dan perubahan dalam lingkungan internasional. Namun ECSC hanyalah langkah pertama dalam penyatuan eropa, masih banyak yanng harus dilakukan. ECSC bertahan sampai tahun 1967 ketika komunitas-komunitass bergabung diciptakan. Namun, keberhasilan ekonominya sedikit membingungkan. Meskipun Monnet telah ditunjuk sebagai kepala otoritas tertinggi, namun gagal menerapkan kebijakan batu bara dan baja serta praktik di bawah kekuasaannya dan sektor perekonomian yang sulit dikendalikan. Transformsai berlanjut dan menjadi lebih buruk karena meletusnya konflik senjata di Korea selama negosiasi ECSC. Sehingga eropa meminta NATO untuk menguatkan kemanan eropa karena khawatir jika perang di asia akan muncul. Anggota NATO berpendapat bahwa perekomomian mereka lemah untuk menanggung biaya pertahanan sehingga meminta militer Jerman Barat untuk bergabung.
Meskipin nazisme telah digulingkan, namun gagasan pasukan Jerman tersebut masih meresahkan dan mengancam merusak inti kebijakan Eropa, namun dengan saran Jean Monnet yang memandang integrasi sektoral sebagai solusinya. Perancis mengusulkan komunitas pertahanan eropa (EDC) mencontoh ECSC dengan membentuk pasukan unit-unit militer dari semua negara anggota Eropa. Namun gagal ketika dewan nasional Perancis menolak ratifikasi perjanjian pada tahun 1954. Kegagalan EDC terlihat parah dan yang masih bisa bertahan yaitu ECSC. Jean Monnet mengumumkan bahwa ia tidak ingin ditunjuk sebagai presiden otoritas tinggi untuk mengejar integrasi sebagai warga negara. Namun tetap ada Eropa Barat dan kelembagaan sdekade sebelumnya yang sudah dibentuk.
Pada tahun 1952, Belanda memberikan usulan proposal menghapuskan kuota dan tarif internal dan eksternal. Untuk serikat bea cukai dan pasar bersama dengan Perjanjian Roma dan pembentukan Masyarakat Ekonomi Eropa (EEC). Namun hanya 6 anggota ECSC yang ikut bergabung dalam Perjanjian Roma.

Roma dan Mengulur Ambisi
Secara lebih spesifik dalam pencapaiannya The Treaty of Rome memiliki beberapa tujuan bagi yang bergabung, antara lain untuk membangun pasar bersama, yang bertujuan untuk bergerak secara bebas mencakup barang, orang, jasa dan modal. Hal ini karena untuk mengembangkan kebijakan di sektor lain, contohya pertanian. Perjanjian yang sebenarnya mengacu pada politik yang bertujuan menciptakan rancangan yang menekankan prinsip jika suatu negara memiliki masalah, maka masalah bagi seluruh negara anggota. 

Perjanjian Roma akan mengimplementasikan dan menyelesaikan Customs Unions, kemudian pada pasar bersama akan dicapai melalui proses dalam tiga tahap. Hal ini dapat dikatakan merupakan awalan yang baik. Di bawah kepemimpinan Komisi proaktif, awal mula menuju pencapaian Roma mendapati kemajuan yang memuaskan. Perkembangan EEC sangat mengesankan, perdagangan, hambatan tarif dan pembatasan kuota mengalami kemajuan yang positif sehingga membangkitkan harapan untuk mendirikan  political union yang dapat mempercepat mencapai tujuan. Pada tahun 1960-an EEC menghadapi isu pada umumnya seperti isu-isu yang terdapat pada saat itu. Secara spesifik masalah ini muncul karena Presiden Perancis Charles de Gaulle yang pada awalnya mendukung EEC sebagai sarana pertahanan dan membangun hubungan dekat dengan Konrad Adenauer. Namun pada 1963, Jerman melintasi Rhine pada saat itu dan de Gaulle cemas akan hal itu dapat mempengaruhi kedaulatan Perancis. Lalu de Gaulle mendorong EEC ke jalur yang berbeda dengan gagasan ‘Union of States’ dengan menggabungkan EEC ke dalam organisasi pemerintahan. Namun usulan itu mendapat sedikit dukungan dan akhirnya ditolak setelah perdebatan sengit. Para anggota EEC menjadi khawatir akibat hubungan Perancis dan Jerman. Dua peristiwa selanjutnya meningkatkan situasi krisis. Pertama, keberhasilan ekonomi langsung dari EEC sebagai blok perdagangan setelah tahun 1958 telah meyakinkan negara-negara Eropa Barat lainnya yang sebelumnya menolak untuk terlibat dalam merevisi pendapat mereka. Pada tahun 1963 dan 1967, de Gaulle menentang keinginan kelima mitranya, dengan cara memveto permohonan Inggris dengan alasan bahwa negara tersebut mempunyai hubungan dekat dengan AS, dan tidak cukup berkomitmen dengan baik secara politik atau ekonomi Eropa atau juga untuk tujuan EEC. Pada tahun 1965 ia memicu krisis dengan menarik semua partisipasi Prancis dalam Dewan Menteri bisnis kecuali untuk yang berhubungan dengan teknis tingkat rendah dan rutin. Kemudain EEC hampir terhenti. Krisis ini diselesaikan hanya dengan perundingan Luksemburg tahun 1966. Secara keseluruhan, hasil tindakan de Gaulle kelihatan menunjukkan bahwa integrasi politik seperti yang diajukan oleh federalis tidak terdapat dalam agenda, dan pengembangan EC di masa yang akan datang lebih sebagai pengelompokan antar negara dari negara-negara independen.

Timbulnya Konferensi Tingkat Tinggi
Pada 1969, terdapat pertemuan tingkat tinggi di Belanda, Hague. Pertemuan ini membahasa sebuah pilihan untuk dewan Eropa. Pertemuan ini dibuat sebagai bentuk perluasan dewan Eropa, khususnya untuk Inggris. Untuk menyepakati hal hal mengenai politik dan persatuan ekonomi. Pada praktiknya, pertemuan ini memulai adanya gaya baru dari pengambilan keputusan dewan Eropa yang memperkenalkan bahwa integrasi dapat membantu pengembangan lebih jauh jika menjadikannya konsen nasional. 
Perluasan pertama masyarakat ekonomi Eropa terjadi pada tahun 1973, dimana bergabungnya Denmark, Irlandia, dan Inggris. Sebenarnya Norwegia sudah mendaftarkan diri untuk bergabung kedalam MEE bahkan sudah sampai tahap kesepakatan akhir, namun gagal karna Norwegia sedang menghadapi masalah didalam negari nya. 
Setelah pertengahan tahun 1970an, terbangunlah dua struktural yaitu European Regional Development Fund (ERDF) dan Europena  Social Fund (ESR), untuk memainkan peran penting dalam ekonomi dan pekerjaan restrukturisasi. Pada tahun 1972 juga terjadi proteksionisme untuk melindungi petani eropa dari dampak pasar dan dari kebutuhan pasar juga permintaan dalam rencana produksi.
Pada tahun 1979 terjadi stabilisasi Dewan Eropa, stabilisasi dari berbagai isu yang terjadi di Eropa juga terkait penolakan dana anggaran MEE oleh parlemen beru yang nampak seperti kekuatan dari lembaga Eropa tersebut. Pada tahun ini juga terjadi pemilihan umum Parlemen Eropa yang dipilih secara langsung, sesuai dengan kesepakatan pada 1974 yaitu persyaratan Rome bahwa Parlemen Eropa harus dipilih secara langsung melalui pemilihan nasional. 
Pada 1984 Dewan Eropa mencapai kesepakatan tentang beberapa masalah penting yang belum terselesaikan. Ini memungkinkannya pada tahun berikutnya untuk mempertimbangkan perkembangan di masa depan. Ini mendorong Dewan Eropa ke pasar internal tunggal dan perombakan besar dari perjanjian Roma. Inisiatif ini dibantu oleh kekhawatiran bahwa status internasional Eropa Barat, baik politik dan ekonomi, yang telah menurun





Demikian dari kelompok kami, kelompok satu.

Terima Kasih, semoga kita mendapatkan nilai yang bagus.
Hormat kami,
Kelompok satu.

Komentar

  1. Final editor nya kurang teliti nih, font tulisan beda2 dan masih terasa sekali hasil translate nya, well thx klp 1 ,nilai 72

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Integrasi 1 dan II Eropa